Saturday, March 1, 2014

KKL Negara #1 : Wisata Singkat di Kota Inspiratif Putrajaya, Malaysia

Malaysia Singapura Thailand

Bisa Berkunjung ketiga negara tetangga dalam program Kuliah Kerja Lapang Malaysia - Singapura - Thailand merupakan serb pengalaman pertama. Pengalaman pertama naik pesawat, pengalaman pertama ke luar negeri, pengalaman pertama naik BRT ,MRT dan LRT di ke tiga negara tersebut.

24 Januari. Setelah pelepasan bersama Dekan Fakultas Sains dan Teknik UIN Alauddin Makassar, Bapak Prof. Baihaking Rama. Rombongan kamipun berangkat menuju Bandara Sultan Hasauddin Makassar. Kami tiba di bandara dan segera check in pesawat Air Asia pukul 16:15 WITA. Negara tujuan pertama kami yaitu Malaysia. 


Pelepasan bersama Dekan dan jajaraannya

Check in Pesawat
  Excited. Kami tiba di bandara LCC (Low Cost Carrier) Terminal Kuala Lumpur. Pertama kali menginjakan kaki di negara ini, Malaysia. Saya masih ingat suasananya sudah mulai petang, matahari mulai tenggelam diufuk barat langit Malaysia sambil menarik nafas dalam-dalam dan berkata dalam hati Terima kasih Ya Allah hadiah Ulangtahun ke 21 ini luar biasa indah saya bisa berada di negara yang terkenal dengan Twin Tower nya ini. Yahh 24 Januari adalah hari Kelahiran saya, tidak ada satupun teman yang mengingatnya pasti karena saking senangnya bisa Berada di sini. Tidak jadi masalah, saya bisa berada disini saja sudah jadi Kado terindah buat saya dari dosen dan teman-teman karena memilih hari ini sebagai hari keberangkatan . Segera kami mengurus keperluan imigrasi yang memakan waktu cukup lama, maklumlah rombongan kami jumlahnya tidak sedikit dan kami harus menunggu sampai semuanya selesai. Perjalanan malam melalui Plaza Tol Putrajaya dengan menggunakan bus tetap menyenangkan karena gemerlapan lampu tidak mengurangi keindahan kota ini.
   Kami tiba di Hotel Swiss Inn Kuala Lumpur, tempat kami akan beristirahat. Hotel bintang tiga ini terletak di China Town, hotel yang tidak terlalu besar ini, kira-kira hanya seukuran dua ruko jika digabungkan. Suasana Lobby hotel terlihat penuh sesak saat kami akan check in kamar. Setelah pembagian kamar selesai, saatnya untuk istirahat untuk perjalanan besok yang pasti akan seru, menyenangkan sekaligus melelahkan. Saat memasuki kamar hotel, saya sempat kaget melihat hiasan dinding kamarnya Lukisan motif kain Batik. Kita ketahui bersama beberapa waktu yang lalu, Indonesia dan Malaysia sempat bersitegang mengenai warisan budaya Kain Batik. Kedua negara berpendapat sama - sama memiliki warisan budaya Kain Batik sebagai warisan asli negara mereka, dan akhirnya Organisasi PBB UNESCO meresmikan Indonesia lah yang berhak atas Kain Batik. Saya sempat kepikiran bagaimana dengan hotel-hotel di Indonesia.
   25 Januari 2011. Pagi harinya kami akan berjalan-jalan ke Putrajaya, perjalanan kami di Malaysia dengan menggunakan jasa Travel Guide yang banyak menjelaskan mengenai Putrajaya. Putrajaya merupakan daerah baru sebagai Ibukota negara Malaysia menggantikan Kuala Lumpur. Suasana di kota Putrajaya begitu lengang, sepi, hanya satu dua kendaraan yang melaju, bangunan-bangunannya megah bernuansa mediterania, jalanan lebar dan mulus, tata kotanya sangat teratur, taman serta tumbuhan ada di sana sini dan selalu ada bendera negara Malaysia di mana-mana walaupun saat itu bukan hari perayaan kemerdekaan negara ini.


Jalan-jalan di Putrajaya
   Putrajaya memang kota modern yang ditata apik dan wajar saja jika menjadi kota tujuan wisata. Bukan hanya rombongan kami yang berfoto-foto mengabadikan keindahan kota ini, banyak kerumunan turis lainnya yang juga berfoto hingga ke Jembatan Wawasan. Menurut penjelasan TG kami, Jembatan Wawasan merupakan salah satu kebangaan Putrajaya yang Jumlahnya ada sembilan buah yang tersebar di Kota ini. Sedikit sejarah mengenai Putrajaya, Wilayah Putrajaya dibangun pada1999, dimulai dari nol di bekas ladang sawit seluas 46 hektar are. Jaraknya 25 km dari Kuala Lumpur, yang tetap menyandang predikat sebagai Ibukota. Jarak yang makin terasa pendek karena didukung sistem transportasi yang baik, kereta api dan bus yang menghubungkan daerah sekitar. Dengan pusat-pusat kerajaan yang berkumpul, semakin memudahkan urusan. Di sini juga tidak ada macet seperti di Kuala Lumpur. Meski juga ada yang menganggap pembangunan Putrajaya pemborosan.
Jembatan Wawasan

   Bagaimana dengan negara kita tercinta, beranikah Pemerintah Indonesia memindahkan Ibukota ke wilayah lain. Dibutuhkan ketegasan untuk memindahkannya, meski hanya administrasinya saja. Soal Putrajaya, Malaysia punya alasan yang kuat untuk mengambil keputusan itu. Putrajaya hanya untuk ibukota pemerintahan dan steril dari kegiatan perekonomian. Wacana mengenai pemindahan ibukota Indonesia sering timbul tenggelam, berkali-kali menjadi wacana kemudian mereda. Sementara Jakarta semakin padat, sesak, dan macet. Belum lagi jika musim hujan tiba, hujan yang hanya berlangsung satu hingga dua jam segera mengakibatkan Jakarta banjir!. Begitu pesatnya pembangunan di Ibukota Jakarta, menjadikannya semakin jauh dari Ibukota negara yang ideal. Wacana pemindahan Ibukota Juga jadi pertimbangan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Dia meminta jajaran stafnya umtuk merampungkan rencana pemindahan Ibukota secara matang. Alasannya tak semata-mata macet dan banjit di Jakarta, melainkan untuk meratakan pembangunan.
   Sementara pengamat perkotaan, Nirwana Yoga justru mengatakan, saat ini belum perlu untuk memindahkan Ibukota dari Jakarta. Karena masalah dananya juga pasti belum ada, dibutuhkan dana yang besar untuk memindahkan suatu Ibukota negara. Lebih baik saat ini, dana dan energi difokuskan untuk menyelesaikan masalah-masalah di Jakarta. 
   Yahh...Apapun itu, kita selalu berharap agar Indonesia menjadi lebih baik terutama dari segi Tata Perkotaannya, bukankah kita juga memiliki banyak pakar tata kota yang cedas-cerdas. Sekali lagi, Patuh pada Rencana Detail Tata Ruang Wilayah merupakan hal yang sangat penting. Mengetahui zonasi untuk setiap kebutuhan warga kota dan yang tidak perlu, sehingga tidak ada lagi Pembangunan yang tidak memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Seperti menjadikan Ruang Terbuka Hijau dan Kawasan Resapan  Air sebagai kawasan terbangun yang nantinya akan mengakibatkan bencana dan akan menyusahkan Juga ujung-ujungnya.
   Lanjut Perjalanan ke negara berikutnya  Singapura dan Thailand nanti yach.
   

No comments:

Post a Comment