Monday, March 25, 2019

Fenomena Equinox

 Indonesia merupakan salah satu negara yang tepat berada dibawah garis khatulistiwa. Selain Indonesia, juga ada beberapa negara di benua bagian Amerika Selatan. Memang suhu udara daerah yang dilewati garis khtulistiwa lebih hangat dibanding daerah yang tidak dilewati oleh garis khatulistiwa, seperti di bagian Utara dan Selatan bumi.
 Sinar matahari di daerah yang dilalui oleh garis khatulistiwa lebih berlimpah, karena itu mengapa negara kita suhu disiang harinya selalu ekstrim (data dari BMKG suhu maksimal di Indonesia 32-36 derajat celcius). Ditambah adanya fenomena astronomi saat ini yaitu Equinox menyebabkan suhu naik 9 % panasnya, tetapi hal ini tidak sama dengan fenomena Heatwave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang menyebabkan peningkatan suhu udara  secara besar dan bertahan lama.
Ilustrasi equinox ceritawan.com
Equinox berasal dari bahasa latin, terdiri dari dua suku kata aequus(sama) dan nox (malam) yang berarti saat terjadi equinox durasi siang dan malam diseluruh belahan bumi akan sama, fenomena ini berlangsung secara periodik dua kali dalam setahun, 21 maret dan 23 september . Itu artinya, seluruh belahan bumi akan mengalami siang selama 12 jam, pada malam hari akan sama 12 jam juga. Fenomena astronomi ini menjadi penanda terjadinya pergantian musim bagi negara-negara di seluruh dunia.
Di Indonesia, Rhorom Priyatikanto, peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN, menyebut merupakan penanda perubahan dari musim hujan ke kemarau atau sebaliknya."Saat musim panas di belahan utara, tekanan udara daerah ini cenderung lebih rendah dibanding tekanan di daerah selatan. Maka dari itu, bertiuplah angin tenggara (dari benua Australia yang kering) sehingga Indonesia akan mengalami musim kemarau dari April sampai Oktober," jelasnya.
 Sebagai masyarakat awam yang tidak begitu faham masalah fenomena alam ini, ada baiknya tidak terlalu mengkhawatirkan isu yang beredar di masyarakat mengenai dampak equinox yang berlebihan, mencari informasi dari sumber yang bisa kita percaya adalah wajib kita lakukan agar tidak menjadi korban berita bohong, salah satunya yaitu mendapatkan informasi mengenai fenomena alam sepeeti ini cek saja dari Badan Metereologi, Klimatologi dan Geologi (BMKG), dan ada baiknya kita selalu mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatan lingkungan dan keluarga.


Daftar Bacaan :

No comments:

Post a Comment