Monday, March 18, 2019

Kabupaten Bulukumba : Wisata Pantai Pasir Putih Tanjung Bira yang Menarik hingga suku Kajang yang Unik

" Narekko laoki ri sulawesi lao-laoki ri tana ogi,
leppang mabbenni-benni...."
Cuplikan lagu diatas adalah cuplikan lagu  berbahasa bugis yang cukup terkenal karena liriknya yang enak didengar dan penyanyinya yang cantik ,Dian Ekawati. (Artis sul-sel nih). Inti dari makna lagunya yaitu mengenai keindahan dan kekayaan alam sulawesi selatan khususnya di tanah bugis (baca:suku bugis). Salah satunya yaitu Kabupaten Bulukumba, jaraknya sekitar 150 km dari kota Makassar. Kabupaten ini punya buuanyak sekali destinasi wisata yang Menarik, Unik dan Informatif. Tidak percaya coba datang dan buktikan sendiri.
1. Wisata yang menarik
Wisata bahari Kabupaten bulukumba ini terletak di Kecamatan Bonto Bahari, jarak dari ibu kota Kabupaten sekitar 40 km. Coba perhatikan nama kecamatan ini ada kata "Bahari"nya pas sekali dengan fakta-fakta yang ada di Kecamatan ini sebagai pusat kegiatan yang berhubungan dengan bahari (menurut KBBI, bahari berarti mengenai laut) mulai dari kegiatan penyeberangan kapal feri antar pulau ada Pelabuhan Bira. Kegiatan bawah lautnya seperti snorkling , di pulau liukang dan pulau kambing yang dapat ditempuh selama 20 menit dari pantai Bira ini terkenal dengan airnya yang sangat jernih dan menawarkan wisata bawah laut yang kaya dengan biota alam yang luar biasa. Selain itu, kita juga bisa berkunjung dan menyaksikan langsung proses pembuatan kapal pinisi yang terkenal itu. Wisata pantainya ada banyak seperti Pantai Samboang, Pantai Bara, Pantai Panrang luhu, Pantai Lemo-lemo, Pantai Marumasa, dan ada juga wisata pantai tebing yang cantik, Tebing Apparalang .

Deretan pantai pasir putih


View of Tanjung Bira


Salah satu pantai yang sangat terkenal dan menjadi ikon yaitu Pantai pasir putih tanjung Bira, wisata pantai ini sudah terkenal hingga ke mancanegara, jadi jangan heran kalau berkunjung ke pantai ini banyak wisatawan mancanegara yang kalian jumpai secara tidak sengaja apalagi disaat musim panas tiba atau yang mereka biasa sebut Summer Holiday (sekitar bulan Agustus). Berharap bisa lihat turis berjemur di pinggir pantai? cuma pakai bikini . Tidak bakalan anda jumpai hehe (sudah pada kecewa duluan nih). Menurut penjelasan dari ibu saya yang kebetulan bekerja di dinas perizinan kabupaten bulukumba, sewaktu melakukan cek usaha perizinan penginapan yang ada di pantai bira, ternyata ada tempat private khusus bagi para wisatawan mancanegara untuk bebas berjemur cuma pakai bikini tanpa harus merasa risih karena diliatin sama penduduk lokal, hmm kayak di Pantai Kuta, Bali nih maksudnya. Nah, Bagi yang sedang liburan dan tertarik untuk menginap selama beberapa hari, tenang ada banyak penginapan dan hotel yang disediakan yang harganya juga bervariasi mulai dari dua ratus ribuan hingga jutaan rupiah tergantung budget anda sanggupnya yang mana.

Nah, foto-foto di atas adalah momen jalan-jalan kami sekeluarga ke beberapa pantai yang indah-indah itu 😁

2. Destinasi Wisata Unik
 Lanjut destinasi wisata lainnya masih di Kabupaten Bulukumba, tapi kali ini saya tidak akan membahas pantai lagi melainkan destinasi wisata yang satu ini agak Unik, kenapa unik? Karena wisata ini merupakan destinasi wisata budaya sebuah suku yang umurnya sudah ratusan tahun, kalau di kalimantan ada suku anak dalam dan suku dayak, nah di bulukumba ada suku namanya suku Kajang tepatnya di Kawasan adat Ammatoa.
 Berkunjung ke kawasan adat ini mesti, kudu, wajib pakai pakaian yang warnanya hitam , dan kalau tidak mau ikut aturan pakai pakaian warna hitam dari atas sampai bawah jangan harap bisa masuk berkunjung ke dalam kawasan adat Ammatoa suku kajang ini. Kenapa harus warna hitam, karena masyarakat suku kajang meyakini bahwa warna hitam mempunyai makna sebagai bentuk persamaan dalam segala hal, termasuk dalam hal kesederhaan.  Saya pernah sekali berkunjung ke daerah ini waktu itu dalam rangkaian kunjungan kegiatan Kuliah Kerja Nyata. Saya bisa melihat langsung bagaimana kehidupan masyarakat suku kajang yang selama ini saya dengar hanya dari cerita orang-orang. Mulai dari jalanannya yang asli masih tanah dan listrik pun juga tidak masuk ke kawasan adat ini, jadi jangan harap bisa nitip cas handphone kalau lowbat di rumah penduduk. Karena baik itu jalanan, listrik dan hal-hal lainnya yang bersifat kekinian tidak akan anda jumpai disini, belum ada yang tersentuh proyek pemerintah. Bukan karena jangkauan kawasan ini yang sangat terpencil sehingga sulit dijangkau, tetapi, karena memang masyarakatnya yang masih sangat menjaga semua kelestarian dan keaslian lingkungan sekitar mereka. Masyarakat kawasan adat Ammatoa suku kajang, menolak semua bentuk perkembangan teknologi karena dianggap akan membawa dampak negatif bagi kehidupan mereka, termasuk sendal. Dalam kawasan adat suku kajang dalam, juga terdapat Hutan Adat namanya Borong Batasayya, pohon di hutan ini tidak boleh sembarangan ditebang karena akan mendapatkan denda dari pemimpin suku Ammatoa. Dan, suku kajang sendiri memiliki sarung tenun khas yang dibuat warga secara tradisional dengan alat tradisional pula, namanya lipa lotong, harganya mulai 500.000an sampai jutaan rupiah. Masih ada banyak keunikan lainnya dari suku kajang seperti banyak ritual yang masih dilaksanakan dari jaman dulu hingga saat ini. Salah Satu contohnya ritual "Attunu Panroli" kalau dibahasa indonesiakan artinya "Bakar Linggis".

Attunu panroli

 Jadi dalam ritual ini konon katanya jika terjadi perselisihan antar warga, untuk membuktikan siapa yang berkata jujur dan siapa yang berbohong, setelah Linggisnya dibakar dibara api, linggis yang masih panas membara itu disuruh pegang sama orang yang akan dibuktikan ucapannya. Waduhh serem kann, logikanya saja semua yang berasal dari api pasti panas tidak ada yang bisa menahan panasnya api, kecuali dengan izin Allah swt, seperti mukjizat Nabi Ibrahim yang tidak terbakar dalam kobaran api selama tiga hari. 

3. Destinasi wisata Informatif
For your information, ada yang kenal dengan uang seratus rupiah ini, yang lahir tahun 90an pasti tahu uang kertas yang satu ini.

Coba perhatikan gambar perahu yang ada dilembaran uang itu, nama perahu itu adalah Pinisi. 
 Pinisi adalah kapal tradisional khas asal Indonesia, yang berasal dari suku bugis dan tempat pembuatan kapal pinisi yaitu di desa Bira kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba. Kapal ini umumnya memiliki dua tiang layar utama dan tujuh buah layar, yaitu tiga di ujung depan, dua di depan, dan dua di belakang. Dua tiang layar utama tersebut berdasarkan 2 kalimat syahadat dan tujuah buah layar merupakan jumlah dari surah Al-Fatihah.
 Proses pembuatannya bisa sampai berbulan-bulan lamanya dan semuanya dilakukan secara tradisional, teknik pembuatan kapal ini tidak diperoleh dari pendidikan umum melainkan  ilmu turun-temurun dari generasi ke generasi. Proses pembuatannya yang sangat tradisional dan handmade ini membuat harga jualnya sangat tinggi mencapai hingga milyaran rupiah. Peminatnya selain warga lokal juga dari luar negeri seperti spanyol dan prancis. Ukuran asli kapal ini yaitu bervariasi untuk ukuran panjang 15 meter dan tinggi 2,5 meter harganya mencapai 1,2 milyar.

 Sedikit sekali info yang saya ketahui tentang perahu pinisi yang melegenda ini, soalnya saya belum pernah kesana, kapan-kapan dan ada waktu yang pas saya akan mengeksplor lebih banyak lagi mengenai Kapal pinisi.
Bagaimana, tertarik berkunjung ke Bulukumba?

Daftar Bacaan :

https://ammatoa.com



4 comments:

  1. Waahh Bulukumba mengingatkan saya akan teman STM saya bernama Baso.
    Dia asli Bulukumba, entah di mana dia sekarang.

    Ternyata di sana keren banget ya wisatanya, pengen deh bisa keliling Sulawesi Selatan, alamnya cantik-cantik banget :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heay mbak rey, makasih sudah menyempatkan berkunjung dan berkomentar. Waduh dikunjungi sang mastah jadi salting euyy,..iyah mbak ditunggu kedatangannya di Bulukumba 😁

      Delete
  2. Waaah Biraaa. Rencana aku minggu depan mau ke Bira lho mba bareng temen-temen di komunitasku. Dan sebenarnya ini bakal jadi pengalaman pertamaku main ke Bira. Hehe.

    ReplyDelete
  3. Sekalian mki bikin acara kopdar..ikut mk juga..lengkap mi persyaratan spaya bisa diterima Komunitas AM...

    ReplyDelete