Friday, April 19, 2019

Berbahagia dengan berbagi #JanganTakutBerbagi


Salah satu kegiatan yang bisa membuat kita berbahagia yaitu dengan berbagi. 
Terdengar sangat simple dan sederhana tapi tidak semua orang bisa melakukannya.
Keistimewaan dalam berbagi juga banyak dijelaskan dalam banyak hadist shahih.
salah satunya yaitu ;
“Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan yang di atas adalah yang memberi dan yang di bawah adalah yang meminta” (HR. Muslim).
Menurut hadist diatas seorang yang suka berbagi untuk meringankan beban orang lain, dianggap lebih baik dari orang yang meminta.
Namun bukan berarti, berbagi harus menunggu kita kaya dulu atau ketika punya rejeki yang berlebih dulu.
Kita bisa berbagi dengan cara yang sederhana dan yang kita mampu, dan yang paling penting dengan hati ikhlas untuk membantu sesama, karena dengan berbagi menunjukkan kepedulian kita.



Sejak dulu saya juga suka berbagi dengan bersedekah kepada pengemis di jalanan, karena saya orangnya gampang tersentuh dan gampang merasa iba kalau bertemu dengan anak jalanan dan pengemis.
Cuma dulu kalau saya sedekah nilainya tidak seberapa paling cuma saya kasih recehan yang nilainya dua ribu sampai lima ribu rupiah saja.
Tapi setelah menikah dan hidup tidak bersama orangtua lagi, saya jadi belajar banyak hal mengenai berbagi.
Contohnya, saya belajar untuk jangan takut berbagi dari seorang tetangga saya. 
Saya perhatikan bagaimana cara dia kalau berbagi tidak pakai hitung-hitungan, dia sering mengadakan acara makan-makan dirumahnya dengan memanggil tetangga, walaupun tidak sedang mengadakan acara tertentu, tetangga saya ini suka sekali memasak dalam jumlah yang banyak dan memanggil tetangga lainnya di sekitar rumah untuk makan bersama di rumahnya.
Apalagi kalau ada kegiatan di mesjid yang diharapkan kesediaan para jamaah sekitar mesjid untuk membawa kue sealakadarnya saja, begitu instruksi panitia mesjid lewat mikrofon. 
Seperti kegiatan yang baru saja diadakan, yaitu peringatan Isra'miraj, peringatan perjalanan isra dan miraj Nabi Muhammad saw

Kalau sudah begini saya biasanya memilih cara yang paling mudah yaitu membeli kue di pasar dengan harga dua puluh ribu rupiah sudah lumayan banyak menurut saya.
Berbeda halnya dengan tetangga saya ini. 
Dia lebih suka merepotkan dirinya dengan membuat bermacam aneka kue, kemudian dimasukkan ke dalam box yang juga dibeli sendiri lagi lengkap dengan air minumnya.
Saat dibawa ke mesjid, sekali bawa itu kira-kira ada sekitar 50 box kue.
Tidak berbeda dengan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad saw tahun lalu.
Menurut pengakuannya dia belajar untuk jangan takut berbagi itu dari Almarhum ibunya.
Saya sempat malu sama diri sendiri, betapa saya perhitungan sekali saat ada acara di mesjid komplek rumah.
Saya justru mencari cara yang paling praktis dan seakan tidak mau capek-capek untuk mengeluarkan uang lebih banyak saat berbagi.

Agama apapun di dunia ini mengajarkan bahwa ada nilai kebaikan dalam berbagi.
Contohnya saja dalam agama buddha, di Myanmar negara dengan penganut agama buddha yang besar, rutin melakukan kegiatan berbagi kepada mereka yang hidup di wihara. 
Tidak kalah dengan negara kita Indonesia dengan penganut umat islam terbesar di dunia, juga memiliki kegiatan berbagi dalam bentuk Zakat, Infak dan Sedekah. 

Jika kegiatan berzakat rutin kita lakukan tiap tahun di akhir bulan Ramadhan yaitu zakat fitrah, sedangkan sedekah dan berinfak bisa kita lakukan kapan saja dan dimana saja

Melihat fenomena saat ini, yaitu tidak sedikit oknum yang memanfaatkan kedermawanan orang-orang yang suka bersedekah di jalanan.
Pengemis saat ini banyak yang terorganisir, sering hasil dari mengemis harus mereka setor ke oknum tertentu, ada juga fenomena lainnya yaitu pengemis yang memiliki uang hingga puluhan juta rupiah yang hanya mereka simpan di gubuk-gubuk mereka.
Wajar saja jika dari hasil yang menggiurkan itu, mereka jadikan kegiatan mengemis sebagai pekerjaan mereka.
Kalau sudah begini tentu saja meresahkan kita, khusunya saya pribadi sehingga kadang merasa ragu saat akan bersedekah di jalanan lagi.

Padahal, Rasulullah saw telah mengingatkan kita dalam hadistnya bahwa


“Meminta tidak boleh kecuali untuk tiga orang: (1) yang benar-benar fakir (2) yang terkena denda berat (3) yang harus membayar tebusan besar.”

Melalui dompet dhuafa, kita bisa melakukan semua kegiatan berbagi dengan cara yang tepat arah dan tujuannya.
Ada banyak program yang dikembangkan oleh dompet dhuafa dalam  membantu pemberdayaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf).
Dengan didukung perkembangan teknologi saat ini, kita juga bisa bersedekah melalui dompet dhuafa secara online.



Sedekah online dompet dhuafa

Hanya bermodalkan smartphone dan terhubung jaringan internet, kita sudah bisa melakukan transaksi sedekah secara online dari mana saja dan kapan saja.


Dengan berkunjung kesitus www.dompetdhuafa.org , kita bisa melihat ada begitu banyak program yang dikembangkan dompet dhuafa dalam memberdayakan kaum dhuafa.



Screenshot program dompet dhuafa

Dari begitu banyak program yang dikembangkan dompet dhuafa, ada salah satu program yang memberikan pelatihan secara cuma-cuma kepada pengangguran melalui program Institut kemandirian.
Dari program ini diharapkan agar para pengangguran dan kaum dhuafa lainnya mempunyai keterampilan untuk mandiri dan berwirausaha dan terbebas dari jeratan kemiskinan.
Program yang dikembangkan dompet dhuafa merupakan upaya untuk membebaskan rakyat dari ‘mental miskin’ menjadi ‘mental bekerja keras’.
Insya Allah cara ini akan efektif karena sebanyak apapun uang yang kita berikan, tentu tidak akan cukup, berbeda halnya dengan memberikan keterampilan dan memotivasi mereka bekerja keras untuk mengubah nasib sendiri.
Karena itu, akan lebih baik lagi jika kita menyalurkan zakat, infak dan sedekah melalui badan yang terpercaya salah satunya melalui dompet dhuafa. 
Karena pastinya tim dompet dhuafa telah mensurvey terlebih dahulu, tidak asal-asalan dalam menentukan kepada yang lebih berhak, sehingga yang kita sumbangkan dapat tersalurkan dan bermanfaat untuk orang yang tepat.

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa "

No comments:

Post a Comment