Saturday, May 18, 2019

Cara Menggunakan Panci Presto (Bandeng Presto)


Lebaran beberapa tahun yang lalu sewaktu berkunjung ke rumah tante di Kota Makassar, tante saya memperkenalkan masakan ikan bandengnya yang dimasak dengan menggunakan panci presto yang kemudian digoreng, rasanya enak sekali dan memang tulang-tulang halus yang banyak jumlahnya dalam daging ikan bandeng itu tidak terasa lagi.
Disitulah kali pertama saya mengenal yang namanya panci presto dan sekaligus kegunaannya.

Panci presto merupakan panci dengan tekanan udara yang sangat tinggi sehingga masakan yang tadinya dibutuhkan waktu berjam-jam lamanya, dengan panci presto dapat dimasak dengan waktu singkat, seperti daging yang teksturnya agak keras dapat empuk dengan waktu yang singkat dibandingkan dengan menggunakan panci biasa. Sehingga sangat irit dalam penggunaan bahan bakar gas di rumah yah kawan.

Sewaktu saya masih tinggal bersama orangtua, kebetulan mama saya juga baru belajar menggunakan panci bertekanan tinggi ini.
Awalnya sedikit agak sulit memang menutup dan membuka panci ini, tapi seiring berjalannya waktu beliau sudah sangat lancar menggunakannya.
Bahkan hanya untuk memasak nasi saja, terkadang beliau juga menggunakan panci presto, supaya matangnya lebih cepat katanya.

Kali ini saya akan berbagi sedikit cara dan tips menggunakan panci presto.
Panci presto yang saya gunakan merk Maxim, bobotnya cukup berat sampai saya tidak kuat mengangkatnya dengan satu tangan dan itupun panci masih dalam keadaan kosong.
Bagi yang baru pertama kali memakai panci ini mungkin akan menemukan sedikit kesulitan dalam menutup panci ini, perlu digeser-geser dan agar tutupnya bisa rapat.

Kali ini saya akan mempraktekkan membuat makanan Bandeng presto dengan menggunakan panci presto pastinya.


1. Bersihkan sisik ikan bandengnya dan juga bagian perutnya, lumuri perasan jeruk nipis, untuk menghilangkan bau amisnya, kali ini saya menggunakan dua ekor ikan bandeng.
2. Siapkan Bumbu yang akan dihaluskan, terdiri dari 7 siung bawang merah dan 5 siung bawang putih, kunyit, jahe, dan lengkuas.
3. Haluskan bumbu
4. Setelah halus tambahkan bubuk kunyit, jika tidak punya kunyit mentah.


5. Lumuri bumbu halus ke ikan bandeng
6. Tambahkan sereh yang sudah digeprek
7. Masukkan ke dalam panci presto, lebih baik jika dialasi daun pisang, namun kali ini saya tidak ada daun pisang jadi saya menggunakan alas pancinya saja.
8. Tambahkan air hingga batasnya mencapai ikan bandeng.

Pada saat dimasak, pertama menggunakan api yang besar atau maksimalkan api dikompor, setelah berbunyi "gejes-gejes", baru kecilkan api.
Lama waktu memasak, kurleb 50-60 menit.
Setelah itu, matikan api kompor.
Jangan langsung dibuka tutup pancinya, yah tunggu hingga tutup panci berhenti mengeluarkan suara.


Penampakan setelah masak 
dan setelah digoreng

Saya lupa foto waktu masih didalam panci, jadinya seperti itu, gambarnya memang jelek yah kawan tapi soal rasa dijamin enak, kriuk-kriuk dan wangi sekali, seisi rumah jadi bau masakan yang sangat mengguggah selera kawan, mesti kuat karena waktu buka puasanya masih lama 😅.

BPN30DAYRAMADHANCHALLENGE
DAY 



No comments:

Post a Comment