Monday, May 27, 2019

Tips berpuasa untuk anak

Setelah berkeluarga dan punya anak sendiri, saya jadi lebih tahu bagaimana rasanya mendidik dan mengajarkan anak mengenai Ibadah puasa di bulan ramadhan.

Pict : tongkronganislami.net

Mulai dari menjawab banyak sekali deretan pertanyaan si anak mengenai semua hal yang menyebabkan kita harus menahan lapar dan haus hingga seharian penuh.

Apalagi, tahun ini merupakan tahun pertama bagi anak sulung saya yang berusia tujuh tahun, memulai untuk belajar melaksanakan ibadah puasa. 
Dan reaksinya sungguh diluar ekspektasi saya sebagai ibu, ternyata dia sangat semangat puasanya.

Mulai dari bangun sahur, shalat subuh berjamaah di mesjid hingga puasa full dihari pertama. 
Saya tidak memaksakan bahwa dia harus bisa puasa full, saya mengerti ini yang pertama kali dalam hidupnya, tapi Alhamdulillah sukses. 

Entah mungkin karena pengaruh libur sekolah di awal bulan ramadhan, anak saya jadi kuat puasa sampai full jadi dia bisa istirahat seharian di rumah.
Begitu anak saya sudah masuk sekolah lagi, dia sudah tidak kuat puasa full lagi sampai magrib. 

Saya perhatikan sepulang sekolah dia terlihat sangat letih terlihat bibirnya yang kering, dan datang menghampiri saya dengan polosnya berkata 
"Ma..disekolah tadi kegiatannya banyak sekali jadi sekarang rasanya capek sekali, boleh buka puasa tidak ?"

Saya pun menjelaskan bahwa dia sudah boleh buka puasa nanti saat bunyi adzan dhuhur, jadi puasanya cukup setengah hari saja. 
Mendengar penjelasan dari saya, dia pun senang kegirangan dan tepat setelah adzan dhuhur si Kakak pun membatalkan puasanya. 

Kisah di atas itu nyata yah..berdasarkan kisah anak saya, ehehehe.

Mengajarkan anak sedari dini untuk belajar berpuasa memang sangat menyenangkan, berikut beberapa tips berpuasa untuk anak berdasarkan pengalaman pribadi beberapa hari ini dan cukup berhasil, cekidot :

  • Memperkenalkan anak terlebih dahulu mengenai ibadah puasa itu sendiri, dengan sendirinya nanti anak akan banyak bertanya dan sudah sepatutnya kita sebagai orang tua memberikan jawaban dari tiap pertanyaannya sesuai dengan bahasa yang mereka pahami dan tidak asal-asal dalam menjawabnya. Biasanya anak berusia tujuh tahun sudah bisa diajak diskusi ringan, sehingga anak dapat memahami dan memaknai keutamaan dan pahala berpuasa.
  • Tidak memaksakan anak untuk bisa langsung puasa full hingga adzan magrib, ini sama saja menyiksa si anak. Perlahan saja bisa dengan diantarai sehari puasa setengah hari besok puasa full lagi. Atau semampunya anak saja. 
  • Ketika anak sudah mulai mengeluh lapar dan haus penanganannya dengan mempertimbangkan usia si anak terlebih dahulu. Kita bisa memberikan pengertian bahwa inti dari puasa yah memang menahan lapar dan haus. 
  • Mencoba mengalihkan perhatian anak jika sudah mulai mengeluh lapar dan haus, bisa dengan melakukan aktivitas ringan seperti melukis atau menggambar dan melakukan kegiatan favorit anak lainnya.
  • Boleh saja mengiming-imingi hadiah jika puasanya full agar anak semakin semangat puasanya.
  • Menyajikan menu sahur dan buka puasa favorit anak.
Dengan terus berlatih dan membiasakan anak beribadah puasa, diharapkan dari tahun ke tahun akan ada peningkatan kualitas ibadah puasa mereka.
Bukannya bersikap masa bodoh dengan berpendapat toh nanti anak akan bisa belajar sendiri kalau sudah besar nanti.

Pepatah yang sangat populer mengatakan "Mendidik anak itu seperti mengukir diatas batu, dibutuhkan perjuangan dan hasilnya akan melekat dihati anak selamanya.
Sedangkan mendidik saat tua, bagaikan melukis diatas air "

Semoga bermanfaat. 

BPN30DAYRAMADHANCHALLENGE
DAY 21

No comments:

Post a Comment