Thursday, June 27, 2019

Kenali 3 Jalur Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) 2019


Tahun ajaran baru 2019 kali ini sedikit menghebohkan para orangtua siswa ajaran baru dengan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi secara online.

Bagaimana tidak bikin heboh, jika peraturan baru langsung dari Kementrian terkait ini membuat sebagian orang tua dan anak banyak yang merasa keberatan dengan sistem zonasi yang berarti anak tidak bisa lagi mendaftarkan diri ke sekolah idaman mereka lagi.

Itu berarti, sang anak harus mendaftarkan diri dan bersekolah berdasarkan sekolah terdekat anak yang bersangkutan bertempat tinggal.

Jika tetap ingin bersekolah di sekolah favorit yang lokasinya agak jauh bahkan keluar dari batas zona domisili, calon anak didik harus mengurus pindah domisili terlebih dahulu jauh-jauh hari sebelum mendaftar.

Agak ribet memang, karena pindah domisili berarti harus mengurus kartu keluarga yang baru. Namun masalah lain misal anak yang berada dalam zonasi sekolah yang akan dia daftari telah penuh karena ternyata banyak anak didik lain yang merupakan warga hasil pindah domisili dari daerah lain.

Dibutuhkan kesigapan agar tidak didahului calon peserta didik dari luar zonasi 6ang bersangkutan.

Sebenarnya peraturan mengenai PPDB sistem zonasi ini telah dikeluarkan sejak tahun 2018 lalu ( Permendikbud No.52 Tahun 2018 mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun ajaran 2019/2020 ), namun banyak mendapat kontra dari orang tua calon peserta didik ajaran baru.

Ternyata kebijakan atau peraturan baru dari Pemerintah yang satu ini lagi-lagi 'merepotkan' masyarakat. Tidak berbeda jauh saat dikeluarkan kebijakan-kebijakan lainnya, seharusnya pemerintah sudah mengantisipasi masalah yang akan ditimbulkan setiap peraturan baru yang dikeluarkan.

Banyak hal yang mesti dipersiapkan memang, mulai dari fasilitas sekolah di setiap wilayah Indonesia yang seharusnya merata walaupun agak sulit.
Yang paling penting pemerataan kualitas guru yang cakap. Mungkin hal tersebut menjadi pertimbangan sebagian besar orang tua seperti saya, kecuali untuk mendaftarkan anak di sekolah swasta dengan biaya yang lebih mahal lagi sistem zonasi ini tidak diberlakukan. Dimana untuk sekolah swasta tidak dilibatkan dalam sistem zonasi ini.

Berdasrkan pasal 16 pendaftaran PPDB melalui tiga jalur yaitu ;

  • zonasi, untuk jalur zonasi dengan kuota 90% daya tampung sekolah
  • prestasi kuota 5 %
  • perpindahan tugas orang tua/wali kuota 5%

Bisa saja calon anak didik mendaftarkan dirinya diluar zonasi sekolah yang bersangkutan dengan jalur prestasi.
Untuk jalur prestasi ditentukan berdasarkan (pasal 21) ;

  • Nilai ujian Standar Nasional atau UN
  • Hasil perlombaan dan/atau penghargaan dibidang akademik maupun nonakademik pada tingkat internasional , nasional, provinsi dan kabupaten atau kota (harus dibuktikan dengan sertifilat atau piagam )

Untuk jalur perpindahan tugas orang tua / wali (pasal 22) dibuktikan dengan surat penugasan instansi, lembaga, kantor atau perusahaan yang mempekerjakan.

Sebagai orang tua yang anak-anaknya masih kecil atau baru akan masuk Sekolah Dasar tentu belum dipusingkan masalah sistem baru ini, karena sistem zonasi ini hanya berlaku untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kebetulan ditahun ajaran baru ini anak sulung saya yang baru genap berusia tujuh tahun akan memulai bersekolah di bangku Sekolah Dasar kelas 1. Dan adiknya yang berusia 4 tahun akan segera bersekolah di sekolah abangnya dulu Taman Kanak-Kanak.

Karena mengira waktu sekolah ajaran baru masih lama akan dimulai yaitu tanggal 15 Juli 2019, sehingga pengambilan formulir pun hampir saja kehabisan, jika bukan karena ngerumpi sore-sore sama ibu kompleks saya bakalan ketinggalan info penting ini. Nah kan ngerumpi itu asal jangan berlebihan waktu dan topiknya saja , Insya Allah tidak mendatangkan dosa karena ghibah.


2 comments:

  1. Sekarang apa-apa serba online. Informasi yang bagus sih ini vuab kita semua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mesti sudah jadi orang tua, tetap mesti melek teknologi.

      Delete