Wednesday, April 22, 2020

Semua Berubah Karena Covid-19


Semenjak virus corona mewabah dan menjangkiti ratusan ribu orang sejak kasus pertamanya di penghujung tahun 2019, hampir di seluruh negara yang terdampak memberlakukan banyak hal demi memutus mata rantai penyebaran covid-19, Lockdown, physical distancing, social distancing, penyemprotan disinfektan dan masih banyak lagi.

Apapun jenis penerapan yang dilakukan oleh negara terdampak covid-19 baik itu lockdown, physical distancing dan social distancing, pada intinya kita dihimbau untuk selalu menjaga jarak aman agar tidak melakukan kontak dengan orang lain serta himbauan agar kita semua bisa untuk menahan diri untuk tidak terlalu sering berada dikeramaian atau keluar rumah jika bukan untuk kepentingan yang mendesak.


Akibatnya banyak tempat keramaian seperti tempat wisata dan rekreasi tutup untuk sementara waktu.
Jam kerja sebagian pelayanan masyarakat juga dikurangi.

Di Indonesia sendiri ramai dengan tagar #dirumahsaja, sesuai himbauan pemerintah untuk belajar, bekerja dan beribadah cukup dari rumah saja.

Dan semenjak anak-anak diliburkan dari sekolah untuk sementara waktu, otomatis anak-anak menjadi banyak berkegiatan dari dalam rumah.
Minggu-minggu pertama anak-anak saya terlihat sangat menikmati masa karantina ini katanya berasa seperti libur panjang, dan ternyata mereka akhirnya rindu ingin bersekolah kembali bertemu dan bermain bersama teman mereka di sekolah.

Selama di rumah saja, sebagai seorang ibu harus pandai-pandai putar otak mencarikan kegiatan buat anak agar tidak bermain gadget melulu, diantaranya mengajak anak bantu mamanya bersih-bersih rumah semampu mereka, memberikan mereka permainan gunting dan tempel dari kertas origami berwarna, menggambar dan mewarnai, membuatkan mainan dari kardus bekas, lebih sering memasakkan makanan kesukaan mereka dan masih banyak kegiatan lainnya yang ujung-ujungnya mamanya ini mulai kehabisan ide.

Dan untuk suami sendiri, pekerjaannya sendiri Alhamdulillah sampai saat ini masih aman, walaupun setiap pergi hingga pulang kerja selalu saya ingatkan untuk tetap waspada menjaga diri dengan semua kemungkinan atau ketidakpastian akan penyebaran virus corona yang kita tidak pernah tahu datangnya bisa dari mana saja, dengan selalu menggunakan masker dan selalu mengingatkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk rumah dan menyentuh apapun yang ada di rumah, yaaa semua ini demi melindungi anak dan istrinya yang di rumah saja.

Selain itu, yang tidak kalah pentingnya yaitu saya jadi lebih intens lagi memperhatikan kesehatan atau lebih mensupport imun tubuh suami dan anak-anak dengan sering membuatkan teh jahe panas sebelum dan setelah pulang bekerja.

Ilustrasi minuman jahe
Sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari mulai dari kebutuhan sembilan bahan pokok dan kebutuhan bersih-bersih lainnya, Alhamdulillah saya belanjanya masih yang normal-normal saja sesuai kebutuhan tidak belanja berlebihan atau menyetok banyak, mungkin karena tempat tinggal saya yang Alhamdulillah jauh dari daerah zona merah Makassar sehingga stok kebutuhan bahan pangan masih aman.

Tapi saya kadang sedih dan sangat prihatin dengan saudara-saudara kita diluar sana yang sangat merasakan dampak dari PSBB ini, seperti banyaknya pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau pekerja yang dirumahkan tanpa kejelasan yang pasti dan tanpa digaji sama sekali sementara anak dan istri mereka harus diberi makan demi melanjutkan hidup.

Belum lagi para pekerja dibidang nonformal seperti pengemudi ojek baik online maupun bukan, para pedagang di pasar juga mengeluhkan sepinya pasar.

Adanya virus covid-19 ini terjadi sejarah baru di dunia pendidikan Indonesia yaitu untuk pertama kalinya ditiadakannya pelaksanaan Ujian Nasional atau Ujian Sekolah disemua jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD) , Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dan bulan Ramadhan yang hanya beberapa hari lagi juga akan terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dikarenakan himbauan dari pemerintah untuk beribadah shalat tarawih dan shalat lainnya cukup dari rumah saja untuk sementara waktu, selain itu masyarakat juga dihimbau untuk tidak mudik berlebaran.

Bahkan ibadah Umroh juga dihentikan untuk sementara waktu akibat dari penutupan masjidil haram.

Selain itu, banyak event olahraga bergengsi harus ditunda pelaksanaannya, diantaranya Perhelatan Olimpiade 2020 yang ditunda pelaksanaannya hingga tahun 2021, yang rencana awalnya akan diadakan di Jepang sebagai tuan rumah.

30 Day Ramadhan Blog Challenge
Day 2


Sumber gambar : Pixabay

No comments:

Post a Comment