Saturday, April 25, 2020

Live Syuting dan Himbauan Social Distancing


Alhamdulillah bulan Ramadhan telah tiba, sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya Ramadhan kali ini kita semua masih harus berjuang bersama menghadapi wabah pandemi covid-19.
Salah satu upaya pemerintah dalam menangani wabah ini yaitu dengan menerapkan social distancing atau pembatasan jarak sosial sebagaimana rekomendasi dari World Health Organitation (WHO).
Dampaknya seluruh kegiatan ibadah dihimbau dilakukan cukup dari rumah saja, itu berarti tidak ada pelaksanaan ibadah shalat tarwih di mesjid-mesjid.

Dan ditengah gencarnya himbauan pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) program tv secara live saat sahur ternyata tetap tayang bahkan saat hari pertama sahur.
Kejadian ini mendapat cukup banyak kritikan, karena syuting secara live sifatnya tentu saja mengumpulkan orang dalam jumlah cukup banyak pasti terjadi disana.
Bagaimana tidak, selain artis pendukung acara disana juga ada para kru dibelakang layar yang juga bekerja, sehingga acara live tersebut dianggap tidak menjalankan PSBB sebagaimana anjuran pemerintah.

Saya dan pak suami sebetulnya happy-happy saja menyaksikan siaran langsung saat sahur itu, cukup terhibur sambil menghilangkan rasa kantuk juga pastinya, hanya saja itu dia yang saya dan pak suami prediksi pun ternyata kejadian.
Acara live tersebut mendapat kritikan karena dianggap tidak menjalankan himbauan pemerintah.

Tidak jauh berbeda, beberapa saat yang lalu juga, youtuber Ria ricis juga pernah sempat viral saat akan melakukan syuting di sekitar kawasan rumahnya yang kemudian langsung mendapat reaksi keras dari tetangganya.

Nah jika sudah begini, sudah pahamkah kita semua akan seberapa pentingnya sih sebetulnya social distancing itu untuk kita patuhi dan jalankan dan sebaiknya berapa banyak batasan orang yang seharusnya agar tidak dianggap melanggar himbauan pemerintah.

Keberhasilan Social Distancing

Dan sebelumnya kabar baik datang dari Korea Selatan yang sukses dalam menekan kasus covid-19 salah satunya yaitu patuh dengan social distancing himbauan pemerintah setempat.

Pemberlakuan social distancing
di sebuah gereja di korea selatan

Sekali lagi, sebetulnya seberapa ampuhkah social distancing ini dalam mencegah penularan covid-19 ? Mari kita bahas bersama.

Jika sebelumnya kita lebih dulu mengenal istilah Physical distancing maka sekarang Social distancing yang lebih ditekankan oleh pemerintah guna memerangi virus corona.

Menjaga jarak fisik sekitar satu sampai dua meter direkomendasikan oleh WHO dalam rangka pencegahan virus corona, karena jangkauan percikan air liur atau droplet dari mulut seseorang ketika bersin, batuk atau sekedar berbicara dan bernapas yang menjadi media penyebaran virus corona adalah sekitar satu hingga dua meter sehingga dengan menjaga jarak dapat mencegah orang sakit melakukan kontak dalam jarak dekat dengan orang lain untuk mengurangi penularan virus.

Saat ini di tempat-tempat keramaian  atau fasilitas umum akan sering kita jumpai tanda larang untuk duduk dikursi yang diberi tanda silang atau garis yang memberi petunjuk agar jarak antrian saat mengantri antara orang yang satu dengan yang lain tidak saling berdekatan atau berjauhan.


Selain itu,  kegiatan belajar mengajarr di sekolah kini dialihkan dengan belajar dari rumah secara daring (online), juga semakin banyak perusahaan yang mendorong karyawannya untuk bekerja cukup dari rumah saja.

Dilansir dari nationalgeographic.co.id bersumber dari Guardian di Austria pembatasan untuk berkumpul tidak lebih dari lima orang, demikian yang diungkapkan oleh Dr. Jessica Justman.

Apapun langkah yang akan diambil oleh Komisi Penyiaran Indonesia atas kritikan yang salah satunya datang dari Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Surabaya, semoga keadaan akan menjadi lebih baik.

30 Day Ramadhan Blog Challenge
BPNetwork
Day5

No comments:

Post a Comment