Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Lebih Powerfull Asus StudioBook Pro Art Series Mendukung Kerja cepat dan Maksimal Creator Digital Profesional

Asus StudioBook Pro Art Series

"Profesi yang menjanjikan dan disukai generasi milenial adalah profesi yang ada kaitannya dengan lifestyle dan teknologi"

Jika diperhatikan baik-baik kutipan Billy Boen, Founder Young and Top diatas memang ada benarnya juga, sebab industri digital kreatif saat ini memang punya banyak peluang yang menjanjikan hingga tidak heran jika dunia digital kreatif seperti desain grafis kemudian banyak diminati saat ini. 

Sejalan dengan hal terebut, baru saja diadakan webinar sesi ke-4 oleh ASUS bekerja sama dengan Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) dengan tema webinarnya "Professional Design With StudioBook", naah kan saya rasa sangat tepat untuk membahas mengenai serunya materi webinar yang dibawakan oleh Narasumber Ilham KS, yang merupakan owner dari Motionvalleystudio, dosen visual fx, dan tentu saja praktisi industri kreatif profesional.

Sebelumnya mari kita bahas mengenai bagaimana untuk kemudian bisa menjadi kreatif berdasarkan pemaparan narasumber Ilham KS. Lets check it out !

Menjadi Kreatif  (is it hard to be a creative?)

Berbicara tentang kreatif kita semua sepakat jika Steve Jobs merupakan sosok yang sangat kreatif dalam menghasilkan karya-karyanya pada perangkat digital, hanya dengan menambahkan beberapa fitur dan desain pada sebuah perangkat digital, karyanya kemudian menjadi lebih bernilai dan unggul dibanding perangkat yang sebelumnya. 

Belajar kreatif dari Steve Jobs

Steve Jobs berkata 
"Kreativitas hanyalah menghubungkan berbagai hal. Bahkan konsep yang paling tidak masuk akalpun biasanya hanyalah kombinasi baru dari barang-barang yang sudah ada"
Bagaimana seorang Steve Jobs bisa menjadi begitu kreatif, apakah kita tidak bisa menjadi kreatif sepertinya, entahlah namun yang jelas saya yakin semua orang bisa belajar menjadi kreatif.

Karakter sukses yang dimiliki Steve Jobs diantaranya :

1. Fokus, ambil satu goal dan tuntaskan
2. Make it Simple, kita harus bekerja keras membuat pikiran menjadi clean dan membuatnya menjadi simpel.
3. Kreativitas, untuk kreatif tidak berarti harus menghasilkan sesuatu yang baru, melainkan cukup dengan menambah elemen, fungsi dan lainnya atau yang lebih kita kenal dengan ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi).

Lanjut masih membahas kreatif, Ilham juga menjelaskan mengenai bagaimana Output dari kreatifitas yang bersumber dari berbagai literatur yang dipengaruhi oleh banyak hal seperti lingkungan, pendidikan, budaya, teknologi, estetika, keadaan (tekanan) seperti masyarakat yang hidup di negara dengan 4 musim memaksa masyarakatnya berpikir lebih kreatif dibanding negara 2 musim.

Materi webinar


Profesi di Dunia Industri Kreatif dan Digital

Saya sangat takjub saat narasumber webinar Ilham KS memutarkan beberapa video desain visualisasi kreatif yang dikerjakannya mulai dari desain interior rumah dan beberapa proyek desain beliau yang dikerjakan atas request dari salah satu maskapai penerbangan negara Brunei Darussalam yang sangat puas dengan hasil editan Ilham KS dalam mengedit video,berkat kreatifitas Ilham dan teamnya hasilnyapun diluar ekspektasi, sangat canggih dan menakjubkan kalau menurut saya.

Sehingga wajar saja jika saat ini terjadi peningkatan pilihan karir untuk pekerja industri kreatif di Indonesia saat ini karena memang sangat seru dan menyenangkan dunia digital itu.

Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan
"Masa depan Indonesia akan ada di Industri kerajinan atau Industri kreatif"
Hingga kemudian dibentuklah Badan Ekonomi Kreatif (Berkaf) sebagai badan yang bertanggung jawab terhadap perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Kemudian Berkaf membagi industri kreatif kedalam 16 subsektor, yang diantaranya yaitu :
  1. Arsitektur dan engineering
  2. Film making dan video editing
  3. Photography
  4. Graphic dan art
  5. Product design dan manufacturing
  6. Animation and game development

Problematika seorang designer grafis 


Sebagai alumni mahasiswa Teknik PWK yang sering berjibaku dengan menggunakan software AutoCAD, ArcGis dan CorelDraw saja laptop yang biasa saya gunakan saat mengerjakan tugas kuliah, masalah yang paling sering terjadi yaitu laptop sering tiba-tiba ngehang atau sangat lama loadingnya ketika menjalankan software tersebut, belum lagi jika laptop terus dipaksa untuk menjalankan banyak program lainnya buat kejar deadline tugas yang sering mengakibatkan hasil kerja yang tidak maksimal jika tiba-tiba laptop tak mau diajak kompromi. 

Dan dijaman saat ini dimana tidak sedikit pelaku kreator digital yang terpaksa harus menggunakan laptop gaming karena performanya yang tinggi. Padahal untuk aspek layarnya saja kebutuhannya sudah berbeda. Jika laptop gaming mengutamakan refresh rate dan respon time, sedangkan yang dibutuhkan para kreator digital dalam mendesain yaitu akurasi warna yang tinggi.
 
Terkendala masalah teknis karena spek laptop yang rendah atau bekerja tidak menggunakan perangkat yang sesuai tentu akan sangat banyak membuang waktu dan tenaga ditambah hasil kerja yang tidak maksimal.

Perangkat Yang Paling Tepat Untuk Desainer Digital Grafis Professional

Agar para desainer grafis dapat mengekspresikan ide mereka dengan maksimal, tentu dibutuhkan perangkat yang memiliki spek tinggi dan siap buat dipakai mendesain tanpa lemot.

Dan memilih laptop yang paling tepat tentu adalah yang paling utama, karena laptop untuk desain grafis memerlukan spesifikasi yang berbeda dengan laptop pada umumnya. Menjadi sangat penting untuk memperhatikan ketersedian berbagi fitur untuk kemudian bisa memfasilitasi kebutuhan dalam mendesain. 

Rangkaian produk Asus Expert Series merupakan perangkat yang paling tepat untuk para pelaku bisnis digital yang terdiri dari Asus ExpertBook, ASUS AIO, Asus ChromeBook dan ASUS StudioBook. 

Asus StudioBook ProArt


Dan pada tulisan ini, saya hanya akan membahas secara mendalam mengenai kecanggihan dan ketangkasan yang dimiliki oleh Asus StudioBook Pro Art series yang paling tepat digunakan para desainer digital profesional dalam menghasilkan karya terbaik mereka. 

Mengapa harus Asus StudioBook Pro Art Series


Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, sesi ke-4 webinar AsusxIIDN merupakan webinar terakhir yang berlangsung 20 Desember kemarin, dengan materi yang sangat menarik dibawakan oleh kedua narasumber.

Webinar diawali oleh narasumber pertama yaitu Muhammad Firman selaku Head of Public Relation Asus Indonesia. Beliau menjelaskan mengenai bagaimana Asus telah menghadirkan Asus Zenbook series dan Vivobook series sebelumnya, kemudian baru-baru ini Asus menghadirkan Asus Studiobook Pro Art series yang didesain khusus profesional diberbagai industri seperti animasi, perfilman, photografi, arsitektur hingga desain. 

Materi webinar

Berbagai fitur yang terdapat pada StudiBook Pro Art series ini menghasilkan performa yang jauh lebih tinggi yang dibutuhkan para creator dan perangkat ini juga memiliki presisi yang dapat bekerja secara optimal yang dapat on selama 24 jam lamanya. 

Letak perbedaan StudioBook dan produk Asus lainnya yaitu penggunaan prosesor dan grafisnya.
Asus StudioBook Pro Art Series menggunakan grafis khusus dari NVIDIA yaitu Quadro series dan prosesor Intel Xeon series, sementara laptop biasa menggunakan grafis NVIDIA GeForce series dan prosesor intelcore series.
Grafis Quadro series dirancang sebagai chip grafis untuk menjalankan dan mengolah data pada software kelas industri yang banyak digunakan oleh profesional. 


Penggunaan Intel Xeon yang mendukung beban kerja yang jauh lebih berat dan mendukung ECC RAM yang biasa digunakan pada komputer server.

Kombinasi grafis dan prosesor dengan spek tinggi pada Asus StudioBook ProArt series ini sangat cocok untuk mengerjakan tugas berat seperti animation rendering, software compiling dan hi-res video encoding dengan cepat.

Untuk Pro Art StudioBook Pro X (W730) dan Pro Art StudioBook Pro 17 (W700) hadir dengan ukuran layar yang lebih besar yaitu 17 inci.
DEngan menggunakan rasio layar 16:10 untuk memberikan ruang kerja yang lebih luas untuk para creator profesional.


Memiliki RAM hingga 128GB dan PCIe 3.0 performance SSD yang dapat menghubungkan banyak perangkat tanpa menurunkan bandwith.

Asus StudioBook Pro Art series juga mengusung layar dengan color gamut hingga 97% utuk DCIP-3 dengan Delta-E < 1.5, serta telah dikalibrasi dan sertifikasi PANTOne Validated yang tidak hanya mampu menampilkan warna yang kaya tapi juga akurat.

ASUS StudioBook Pro Art series telah disertifikasi oleh banyak Independent Sofware Vendor (ISV) dan bekerjasama dengan vendor ISV seperti Adobe, Autodesk, Dassault, dan PTV untuk mengetes dan memverifikasi kompatibilitas, sehingga pengguna di berbagai bidang dapat menggunakan Workstation Mobile ASUS dengan pengalaman yang andal, luar biasa, dan efisien.

Seperti produk Asus lainnya, Asus StudioBook series ini juga telah memenuhi standar militer MIL-STD-810G, yang sudah lolos uji ketahanan terhadap cuaca ekstrim, getaran dan benturan.

Narasumber kedua Ilham  mengawali presentasinya dengan memutarkan beberapa video singkat hasil desain beliau selama ini yang sangat keren dimata orang awam desain grafis seperti saya, dan Ilham juga menerangkan bahwa sebenarnya banyak cuplikan film atau iklan yang tidak semuanya dibuat dengan proses syuting beneran, melainkan melalui proses editing.

Diantaranya pembuatan adegan terbang-terbangan para Avenger di dalam film Avenger produksi Marvel, ada juga video yang memperlihatkan semacam ilustrasi percikan air seperti dalam iklan minuman dingin yang ternyata tidak dilakukan melalui proses syuting beneran, selama ini pikir saya itu di zoom berkali-kali percikan airnya 😆, ternyata cuma editan dengan menggunakan software Realflow Simulation Liquid. 

Saat webinar juga diperlihatkan contoh penggunaan Asus StudioBook Pro X W730G5TV sebagai rekomendasi laptop arsitek canggih dalam mendesain rumah. 



Sebagai penutup, mas Ilham juga menjelaskan mengenai penggunaan software blender yang mudah untuk digunakan bagi anak sekolah yang tertarik belajar desain grafis, dan beliau sangat menyarankan untuk menggunakan perangkat seperti laptop yang memadai agar ruang kreatif anak dapat maksimal dalam berekspresi, agar tidak terjadi kendala teknis seperti laptop tiba-tiba hang atau proses pengeditan yang berjalan sangat lama karena menggunakan perangkat atau laptop yang lemot.

Asus Studiobook Pro Art Series


Kriteria

Spesifikasi

OS

Windows 10 Pro

Grafis

Nvidia Quadro Series

Nvidia GeForce RTX

Prosesor

Intel Xeon

Intel Core i7

Ukuran Layar

17 inch

Resolusi Layar

1920 x 1200 pixel, IPS – level panel, Anti silau

Additional Display

ScreenPad 2.0 (FHD + (2160 x 1080) IPS-level Panel)

Screen to body ratio

92%

Penyimpanan

1TB M.2 NVMe PCIe 3.0 Performance SSD

2TB M.2 NVMe PCIe 3.0 Performance SSD

1TB SATA 7200RPM 2.5” HDD

RAM

32GB DDR4 SO-DIMM

64GB DDR4 SO-DIMM

128 GB DDR4 SO-DIMM

16GB DDR4 SO-DIMM

64GB DDR4 ECC SO-DIMM

32GB DDR4 ECC-DIMM

128 GB DDR4 ECC-DIMM

Input/Output

3x USB 3.2 Gen 2 Type-A

2x Thunderbolt 3 supports display

SD 4.0 card reader

Keyboard & Touchpad

Backlit Chiclet Keyboard

2.0 mm key travel

Kamera

720p HD camera

Audio

Smart Amp Tech

Built-in speaker

Built-in array mic

Harman/kardon (premium)

Military Grade

US MIL-STD 810G-grade standard

Keamanan

Fingerprint sensor

Kensington Lock

Trusted Platform Module (TPM ) 2.0

HDD user password protection and security

Battery

Tahan hingga penggunaan 24 jam

 

95WHrs, 3S2P, 6-cell Li-ion

63WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion

62WHrs, 4S2P, 8-cell Li-ion

 


Dan untuk detail harga produk Asus StudioBook Series ini memang cukup tinggi, namun harganya sangat sepadan dengan berbagai kecanggihan dan tingginya spek yang dihadirkan dalam rangkaian produk Asus StudioBook ini.

ASUS ProArt StudioBook Pro X (W730) Rp88.000.000
ASUS ProArt StudioBook Pro 17 (W700) Rp55.000.000 (Xeon E-2276M / Quadro RTX 3000 / 32GB RAM / 1TB SSD)
Rp48.400.000 (Xeon E-2276M / Quadro T2000 / 32GB RAM / 1TB SSD)
Rp42.900.000 (Xeon E-2276M / Quadro T1000 / 32GB RAM / 512GB SSD)
Rp37.400.000 (i7-9750H / Quadro T2000 / 16GB RAM / 512GB SSD)
Rp35.200.000 (i7-9750H / Quadro T1000 / 16GB RAM / 512GB SSD)

Tulisan ini diikut sertakan dalam ASUS X IIDN Blog Writing Competition "Perfect Device Bulit For Your Business"

Sukses Terus Asus !






Musdalifa Hamzah
Musdalifa Hamzah Blessed mom of 3 awesome kids. From Bulukumba Makassar

Post a Comment for "Lebih Powerfull Asus StudioBook Pro Art Series Mendukung Kerja cepat dan Maksimal Creator Digital Profesional"

Berlangganan via Email