Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

7 Tips Aman Bertransaksi Digital

7 Tips Aman Bertransaksi Digital. Bersyukurlah kita yang hidup dimasa sekarang, masa dimana transaksi digital memberi kita banyak sekali kemudahan dalam berbagai sisi kehidupan. Contoh kecil misalnya dalam urusan bayar belanjaan, siapa niih yang masih belum merasakan betapa praktisnya bayar belanjaan pakai dompet digital, tinggal scan kode QR masukkan nilai nominal total belanjaan dan selesai.

Terlebih dimasa pandemi global saat ini, bertransaksi secara digital juga merupakan salah satu metode pembayaran nontunai yang sangat dianjurkan pelaksanaannya, demi meminimalisir kontak secara fisik dan memperkecil kemungkinan tertular virus covid-19. 

Berbagai saluran transaksi digitalpun bisa kita jumpai, salah satunya e-banking atau internet banking yang memberi banyak keuntungan dalam manajemen waktu dan tenaga, mulai dari pengecekan saldo rekening, transfer dana antar rekening atau antar bank, sampai urusan bayar tagihan-tagihan , seperti listrik, pulsa, televisi berbayar dan masih banyak lagi. Semua bisa dilakukan tanpa harus antri dan tentu saja bisa diakses dari mana saja sepanjang nasabah memiliki sarana pendukung seperti jaringan internet yang stabil.

Ada juga mobile banking, hingga yang paling terbaru yaitu metode scan kode QR melalui dompet digital seperti OVO, GoPay, Link Aja, dan DANA. 



digital keuangan
bi.go.id


Namun sudah tahukan teman-teman sekalian dibalik kepraktisan dan kenyamanannya, bertransaksi digital juga rawan akan diretasnya data perbankan yang kita miliki sebagai nasabah yang kemudian dapat disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. 

Untuk mencegah hal-hal demikian, maka saat ini Bank Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah membuat beberapa peraturan untuk menjamin keamanan data nasabah dalam bertransaksi digital. 

7 Tips Aman Bertransaksi Digital

Oo iya tahu tidak teman, terkadang kitalah sebagai pemilik data atau nasabah yang seringkali lalai karena ketidaktahuan kita akan hal apa saja yang dapat membuat keamanan data yang kita miliki kemudian bocor kepada orang lain. 

Dan berikut 7 tips aman bertransaksi digital bersumber dari e-magazine web Bank Indonesia (halaman 36, edisi 85 tahun 2020) agar keamanan dan rahasia data kita tidak sampai bocor ke orang lain.

1. Jangan Gunakan Internet Jaringan Publik


Jaringan internet publik seperti wifi di tempat umum merupakan jaringan internet yang dapat diakses oleh banyak orang dalam waktu bersamaan dan biasanya juga dikendalikan oleh seorang operator. Maka sebaiknya hindari menggunakan wifi di tempat umum dalam mengakses situs perbankan Anda.


2. Periksa Alamat Situs

Selalu pastikan ejaan alamat situs internet banking yang biasa kita akses, apakah sudah sesuai atau tidak.
Jika menemukan perbedaan, teliti baik-baik dan bila perlu konfirmasikan ke pihak bank.

Karena di beberapa kasus yang biasa terjadi, pelaku kejahatan transaksi online membuat situs yang sangat menyerupai dengan situs yang dimiliki bank untuk menjebak nasabah yang kurang teliti.

3. Jangan Sembarangan Mengunduh Applikasi

Naah yang ketiga ini merupakan pengalaman pribadi saya sendiri yang keliru mendownload applikasi perbankan. Beruntung saat itu saya sedang mengurus internet banking saya ke kantor cabang dan benar saja, saya salah mendownload applikasi. Beruntung saya belum mengisi data pribadi saya di applikasi perbankan yang menurut mbak cs nya applikasi tersebut sudah tidak digunakan lagi. 

Jadi sebaiknya Lebih berhati-hati lagi saat akan mengunduh applikasi banking, pastikan menggunakan applikasi resmi dari bank dan terdaftar di Playstore atau Appstore, karena akan sangat beresiko terjadi pencurian data pribadi.

4. Jangan Abaikan Notifikasi

Setiap selesai melakukan transaksi digital seperti penarikan uang dari ATM, transfer uang, bayar belanjaan online, biasanya dari pihak bank akan mengirimkan notifikasi melalu sms sekedar pemberitahuan. 

Selalu perhatikan jumlah nominal pada notifikasi tersebut dan pastikan jumlahnya sesuai dengan transaksi yang temans lakukan, jika ada notifikasi yang tidak sesuai dan mencurigakan segera menghubungi pihak bank

5. Jaga Kerahasiaan Pin dan Password

PIN atau Sandi merupakan sesuatu yang harus selalu untuk temans rajin update untuk menghindari peretasan akun bank. Sering mengganti PIN atau password kartu ATM memang juga sesuatu yang sering disarankan oleh pihak bank.

Serta jangan menyimpan PIN ATM di tempat yang mudah diakses orang lain.

6. Log Out Setelah Transaksi

Setiap selesai bertransaksi pastikan untuk selalu log out atau keluar dari applikasi mobile banking yang kalian miliki.

7. Jangan Lengah

Tips yang  terakhir yaitu tetap FOKUS, terkadang saat mengakses internet banking, temans juga sedang melakukan kegiatan lain yang sebetulnya hal tersebut dapat memecah konsentrasi dan membuat temans menjadi tidak fokus. Kalau sudah begitu terkadang kita menjadi tidak sadar terhadap hal-hal yang kadang sepele, seperti lupa log out setiap kali selesai bertransaksi dengan applikasi banking yang dimiliki. 

Jadi tetap awas dan jangan lengah yaa temans.

Referensi :
e-magazine.bi.go.id (Edisi 85 Tahun 2020)



Musdalifa Hamzah
Musdalifa Hamzah Blessed mom of 3 awesome kids. From Bulukumba Makassar

Post a Comment for "7 Tips Aman Bertransaksi Digital "

Berlangganan via Email