Wednesday, April 3, 2019

Hilangkan stres dengan olahraga lari

Sejak dulu olahraga lari merupakan olah tubuh yang sangat saya gemari diantara jenis olahraga yang lainnya.


Selain simpel olahraga ini juga merupakan olahraga yang murah, paling yang mahal itu cuma sepatunya saja dan itupun keluar modalnya cuma diawal.  Saran saya lebih baik jika membeli sepatu olahraga yang kualitasnya baik, dan biasanya sepatu olahraga yang kualitasnya bagus itu harganya juga tidak murah, tetapi akan awet dan bisa kita gunakan dalam jangka waktu yang lama.
Ketimbang kita membeli sepatu olahraga yang murah belum lama digunakan sudah rusak, sehingga yang terjadi kita harus membeli sepatu olahraga berulang kali dan biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit.
Saya paling suka olahraga lari pagi pada hari minggu disaat banyak orang lain yang juga berolahraga di tempat umum, misalnya di lapangan kota yang dijadikan tempat masyarakat berkumpul dan bersantai.

Olahraga ini merupakan salah satu jenis olahraga yang banyak sekali memberikan dampak kebaikan bagi tubuh saya.
Sewaktu masih kuliah dulu, waktu masih kuat-kuatnya, saya bisa olahraga lari sampai jaraknya kurang lebih 4 kilometer.
Setelah menikah dan punya anak perlahan-lahan kekuatan fisik saya mulai menurun.
Sekali olahraga lari saya hanya mampu maksimal lari jarak paling jauh 1 kilometer itupun saya sudah ngos-ngosan apalagi kalau sebelum lari belum sempat sarapan, pernah sekali saya tiba-tiba pusing untung tidak sampai pingsan.
Hal lain yang saya sukai dari olahraga ini yaitu lari pagi mampu memperbaiki suasana hati saya.
Saya jadi lebih bersemangat dan merasa lebih fresh. Bisa dibilang moodbooster saya selain menulis dan baking roti.
Ternyata penelitian Universitas Brigham Young, Utah, Amerika Serikat mengungkapkan lari bisa meredakan stres dan dapat menurunkan resiko terjadinya depresi. Seseorang yang rutin berolahraga lari akan merasakan hari-harinya lebih baik dan bahagia sehingga akan berdampak pada kualitas hidup yang lebih baik.
Hal ini karena ketika berolahraga lari, tubuh melepaskan hormon endorfin yang mampu berinteraksi dengan reseptor di otak untuk mengurangi persepsi tentang rasa sakit. Hormon ini juga memicu perasaan positif didalam tubuh.
Kesalahan dalam olahraga lari.
Saya sering melihat orang-orang yang melakukan aktivitas olahraga lari dengan tidak memakai alas kaki sama sekali, dengan maksud katanya sebagai terapi pereda sakit rematik.
Menurut saya untuk terapi rematik itu bisa dilakukan dengn berjalan diatas batu-batu kecil, dan berlari tanpa menggunakan alas kaki akan membuat telapak kaki menjadi lecet.
Berikut beberapa tips buat teman-teman sebelum olahraga lari
1. Gunakan selalu sepatu olahraga yang nyaman dipakai, tidak sempit dan tidak longgar, karena akan mengurangi resiko kaki lecet dan cedera .
2. Melakukan pemanasan sebelum berlari, bisa dengan berjalan selama lima menit atau kapanpun anda sudah merasa siap untuk berlari.
3. Sesekali iringi dengan kembali berjalan dan berlari lagi.
4. Setelah akan selesai jangan langsung berhenti dan duduk yah, lakukan pendinginan terlebih dahulu dengan kembali berjalan pelan, agar detak jantung dan pernafasan kembali normal.
 Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari olahraga lari, sebaiknya dilakukan secara rutin, diimbangi dengan gaya hidup dan pola makan yang sehat pastinya.

2 comments:

  1. Saya ga berani kalau lari mba, soalnya kaki saya kecil takut tulangnya kenapa2 hahaha
    Biasanya saya jalan santai aja.
    Dokter juga menyarankan sebaiknya wanita dewasa jangan olahraga berat seperti lari, mending jalan, bersepeda atau renang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih mbak rey, kayaknya mesti banting setir ke olahraga lain mungkin sepeda aja yang ringan-ringan, tinggal gowes baek....
      Sudah tidak kuat lari lagi 😂

      Delete