Tuesday, May 7, 2019

Berbuka Puasa di Pelataran Islamic Centre Dato Tiro Bulukumba

Mesjid Islamic Centre Dato Tiro Bulukumba merupakan salah satu bangunan bernuansa islami yang merupakan salah satu ikon kebanggaan masyarakat Kabupaten Bulukumba.
Saat ini mesjid Islamic Centre Dato Tiro Bulukumba menjadi pusat kegiatan keagamaan seperti pendidikan Al-Quran, dakwah islam, pengajian rutin, hari raya islam, dan kegiatan keagamaan lainnya.


Nama bangunannya sendiri diambil dari Seorang tokoh Muslim yang sangat terkenal 'Dato Tiro', makam beliau sendiri terletak di Kecamatan Bonto Tiro, walaupun beliau bukan asli Bulukumba, menurut kisahnya beliau menyebarkan islam di Tanah Bulukumba hingga menghembuskan nafas terakhirnya. 

Berdiri di atas lahan seluas kira-kira seukuran lapangan sepakbola, saya tidak menemukan informasi pastinya berapa luas lahan keseluruhan bangunan ini, jadi saya perkirakan saja.
         


Awalnya siapa yang menyangka, sebuah bangunan proyek pemerintah yang cukup lama terbengkalai ini hingga kurang lebih 10 tahun, yah cukup lama memang, karena sejak mesjid ini mulai dibangun sampai akhirnya pembangunannya tidak dilanjutkan selama dua periode pergantian kepala daerah.
Yang menurut rencana awalnya akan dibangun menjadi Mesjid Agung Kabupaten Bulukumba ternyata menjadi sebuah bangunan yang sangat indah baik dari segi arsitektur bangunannya, pelataran parkir yang sangat luas dan juga lahan terbuka hijau di sekelilingnya, menjadikannya sebagai ruang publik yang banyak dimanfaatkan warga sekitar untuk sekedar berkumpul menghabiskan waktu bersama keluarga, teman dan juga sesama komunitas mereka.

Awal-awal bangunan ini resmi digunakan walaupun belum rampung 100% saya beserta suami dan anak-anak sering berolahraga pagi atau jogging di sekitar Islamic Centre ini. Udara pagi harinya sangat sejuk karena sekitar kawasan masjid masih didominasi oleh persawahan.

Sejak pertama diresmikan yaitu 1 Ramadhan 1345 H ( 28 Juni 2014  ) Mesjid ini sudah menjadi daya tarik banyak warga, dan hal tersebut dimanfaatkan banyak pedagang kaki lima sambil menggelar banyak kursi-kursi plastik sambil menjajalkan dagangannya mulai dari aneka minuman dingin, seperti Sop buah, Es buah, Milkshake, Aneka jus buah, Salad dan masih banyak lagi dengan harga berkisar 8 ribu sampai 20 ribu rupiah.
Selain minuman juga ada banyak pilihan menu makanan seperti bakso, pisang goreng aneka topping dan masih banyak lagi.



Seperti masyarakat lainnya tidak terkecuali saya dan keluarga juga senang menghabiskan waktu sore hari di tempat ini, baik itu saat bulan Ramadhan maupun diluar bulan Ramadhan.
Posisinya yang sangat strategis karena berada di pinggir jalan Provinsi penghubung jalur Kabupaten Sinjai - Bulukumba - Kota Makassar, juga menambah keramaiannya saat banyak warga dari luar kabupaten Bulukumba yang sekedar singgah menikmati suasana di Kawasan Mesjid Islamic Center ini.

Nilai plus lainnya saat kita beraktivitas sore hari menjelang waktu berbuka puasa di tempat ini yaitu, ketika waktu magrib atau berbuka puasa telah tiba kita bisa memilih, ingin berbuka bersama di dalam mesjid dan pastinya gratis karena sudah disiapkan pihak panitia mesjid atau ingin berbuka di sekitar kawasan mesjid beli langsung sama pedagang minuman yang ada disana.
Dan setelah berbuka puasa, tanpa menunda-nunda lagi kita bisa tinggal langsung menuju tempat berwudhu dan melaksanakan shalat maghrib secara berjamaah.



Salah satu tempat favorit saya dan keluarga berbuka puasa yaitu di Mesjid Islamic Centre, diluar bulan Ramadhan kami sekeluarga juga sering sekedar berkunjung menghabiskan waktu sore kami di tempat ini.



Salah satu sudut Kawasan Mesjid

Selain di Islamic Centre ada banyak tempat nongkrong lain di Kota Kabupaten Bulukumba yang juga menarik dan juga selalu ramai dikunjungi warga ada Taman Kota, Lapangan Pemuda, Taman Nursery Cekkeng, Phinisi Park dan Sekitar kawasan Pantai Merpati lainnya.

Alhamdulillah hari ke-2 Ramadhan Bloggpost Challenge BPNetwork.




No comments:

Post a Comment