Monday, May 6, 2019

Kegiatan Ngabuburit yang Bermanfaat dan Bernilai Pahala

Alhamdulillah..
Hari ini adalah hari pertama seluruh umat muslim di Indonesia menunaikan ibadah puasa dibulan suci Ramadhan.
Setelah sebelumnya Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan satu Ramadhan jatuh pada tanggal 6 Mei 2019,  melalui proses pengamatan hilal di beberapa titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.


Berpuasa dibulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang telah mencapai usia balig atau sudah dewasa.
Hal ini dijelaskan dalam QS Al-Baqarah (2) ayat 183 yang maknanya " Hai orang-orang yang beriman diwajibkan untukmu berpuasa, sebagaimana telah diperintahkan orang-orang sebelummu, demikian agar kalian bertakwa"

Kegiatan berpuasa yang diawali dari sahur saat dini hari dan diakhiri dengan berbuka saat petang atau lebih tepatnya saat adzan maghrib telah berkumandang.
Setiap amalan ibadah yang dilakukan dibulan Ramadhan pahalanya bernilai ganda, begitulah Allah swt memuliakan bulan ini, karena itu jangan kita sia-siakan waktu kita dengan melakukan kegiatan yang tidak ada manfaatnya, sebaliknya perbanyak ibadah yamg mendatangkan nilai pahala bagi kita.

Seakan telah menjadi sebuah tradisi ketika waktu telah sore sembari menunggu adzan magrib berkumandang sebagai pertanda berbuka puasa, banyak masyarakat yang mengisi waktu menunggu mereka dengan berbagai macam kegiatan, yaitu ngabuburit.
Sebenarnya sudahkah kita ketahui apa arti sebenarnya dari ngabuburit dan bagaimana awalnya sehingga ngabuburit menjadi kebiasaan dikalangan masyarakat luas.

Kalau dicari di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kita tidak akan menemukan arti sebenarnya kata dari Ngabuburit.
Jelas saja, karena kata "Ngabuburit" berasal dari bahasa sunda, berasal dari kata "burit" yang berarti sore.
Dalam bahasa sunda kata yang berawalan "nge" dan suku kata "bu", berarti mengulang berkali-kali, jadi bisa disimpulkan ngabuburit berarti kebiasaan disore hari.

Ada baiknya kita mengisi kegiatan ngabuburit dengan kegiatan yang bermanfaat dan bernilai pahala.
Diantaranya :

1. Tadarrus Al-Quran, dan lebih baik lagi jika disertai tadabbur atau memahami makna dari setiap ayat yang kita baca, karena akan ada banyak nilai aqidah yang bisa kita dapatkan yang dapat menambah nilai ketakwaan kita kepada Allah swt. Sembari memperbanyak doa, karena salah satu waktu diijabahnya doa adalah ketika menjelang berbuka puasa.
Hal ini dijelaskan dalam hadist riwayat Tirmidzi no. 3595, Ibnu Majah no.1752. (Hadist shahih oleh Ibnu Hibban dan dihasankan oleh Ibnu Hajar) yang berbunyi "Ada tiga doa yang tidak tertolak ; (1) doa pemimpin yang adil, (2) doa orang uang berpuasa sampai ia berbuka puasa, (3) doa orang yang terzhalimi."

Sumber : pixabay

2. Mendengarkan tausiah dari uztad atau uztadzah favorit kita, bisa dengan memanfaatkan saluran youtube.

3. Membaca buku juga merupakan kegiatan positif lainnya yang akan membuat waktu terasa lebih singkat sehingga waktu berbuka menjadi terasa lebih cepat.

4. Berolahraga ringan, yang tidak terlalu menguras tenaga seperti jalan santai, tidak perlu berlama-lama cukup 10 sampai 20 menit saja. Dapat dilakukan di taman kota sekalian kita bisa berinteraksi dengan warga lainnya. Selain jalan santai bersepeda juga kegiatan yang cukup menyenangkan.

5. Tidak sedikit juga masyarakat mengisi kegiatan ngabuburit mereka dengan hunting kue atau jajanan pasar lainnya, yang biasanya hanya dijual saat bulan ramadhan.

Sumber : pixabay

Kembali bisa bertemu lagi dengan bulan Ramadhan merupakan salah satu karunia yang patut kita syukuri, karena selain merupakan momen yang tepat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt, juga sebagai bahan renungan berapa banyak saudara atau mungkin orang terdekat kita yang tidak bisa menikmati indahnya bulan suci ramadhan berkumpul bersama kita lagi.

Mari kita manfaatkan sebaik-baiknya bulan penuh berkah ini dengan banyak melakukan banyak kegiatan yang bernilai ibadah.

Wassalam.


No comments:

Post a Comment